Senin, 24 September 2012

Uang vs Waktu

Uang vs Waktu

Orang miskin lebih menghargai uang daripada waktu.

Orang kaya lebih menghargai waktu daripada uang.

Time is money, waktu itu uang. Demikian pepatah mengatakan betapa berharganya waktu. Tapi jika harus memilih manakah yang lebih berharga, uang atau waktu? kita mungkin akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari tiap orang.

Seseorang yang bermental kaya akan lebih menghargai waktu daripada uang, dan sebaliknya seseorang yang bermental miskin akan lebih menghargai uang daripada waktu.

Misalkan saja perjalanan dari Jakarta-Solo yang bisa ditempuh dengan waktu 2 jam menggunakan pesawat dengan biaya 500 ribu sampai dengan 1 juta rupiah. Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan kereta atau bis dengan biaya yang jauh lebih murah mungkin tidak sampai 500 ribu, namun dengan waktu tempuh sampai 12 jam lamanya.

Mereka yang memilih untuk menggunakan bis atau kereta dari Jakarta ke Solo dengan tujuan menghemat, mungkin harus menerima kenyataan bahwa itu sama sekali tidak hemat jika pada akhirnya harus mengorbankan waktu yang jauh lebih lama. Harus menginap terlebih dahulu, ditambah dengan rasa lelah dan penat dalam perjalanan, bisa jadi sampai di Solo tidak bisa langsung beraktivitas dan ini artinya waktu yang diperlukan sesungguhnya menjadi jauh lebih lama.

Apa yang bisa dihasilkan dengan menghemat 500 ribu rupiah? Apa yang bisa dihasilkan dengan menghemat 10 jam perjalanan? Mana yang lebih besar? Orang bermental kaya akan memiliki lebih banyak ide memanfaakan penghematan waktu 10 jam perjalanan, untuk menghasilkan uang lebih dari 500 ribu rupiah. Orang bermental miskin akan melihat penghematan waktu 10 jam tidak lebih bernilai dari uang 500 ribu yang dihematnya.

Contoh lain bisa kita lihat pada antrian ATM. Kadang kita melihat ada satu atau dua ATM dengan antrian yang sangat panjang, padahal ada ATM lain di sebelahnya, nyaris tanpa antrian. Ada yang rela antri lebih dari 15 menit hanya untuk menarik uang di ATM dengan antrian yang sangat panjang. Namun ada yang rela dipotong biaya 3 atau 5 ribu rupiah dengan bergeser ke ATM di sebelahnya tanpa harus mengantri.

Orang bermental kaya akan melihat banyak sekali ide memanfaatkan waktu 15 menit tersebut untuk menghasilkan lebih dari 5 ribu rupiah. Orang bermental miskin akan melihat 5 ribu rupiah terlalu berharga untuk ditukar dengan 15 menit dari waktu yang dimilikinya.

 

 

Thanks atas sharing artikelnya http://ahmadgozali.com/uang-vs-waktu/

Selasa, 18 September 2012

9 Cara Belajar Efektif Saat Mau Ujian

  1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.


     

  2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman. Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.


     

  3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis


     

  4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.


     

  5. Membaca Adalah Kunci Belajar Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.


     

  6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.


     

  7. Hapalkan Kata-Kata Kunci Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.


     

  8. Latih Sendiri Kemampuan Kita Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.


     

  9. Sediakan Waktu Untuk Istirahat Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru. Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham. Sumber : http://theriperyuv.blogspot.com/2011/11/10-cara-belajar-efektif-saat-mau-ujian.html


    Read more at 
    http://uniqpost.com/23082/10-cara-belajar-efektif-saat-mau-ujian/

Senin, 17 September 2012

TIPS MEMILIH BIMBEL

Oleh: Drs. Jujung P.Siagian, MM

Dewasa ini telah menjamur Lembaga Pendidikan Luar Sekolah yang mengadakan BIMBINGAN BELAJAR (BIMBEL). Dengan segala fasilitas dan kemampuan akademik yang ada mereka mempromosikan lembaganya untuk mendapatkan simpati dari masyarakat agar bergabung bersama mereka. Hal ini tidak terlepas dari keinginan dari orangtua yang menginginkan anaknya agar lulus UN dan bahkan dapat masuk ke Perguruan Tinggi yang di idamkan anaknya. Kebanyakan dari lembaga yang ada berdasarkan pengamatan dan survei lapangan, banyak yang tidak memiliki metode pembelajaran yang efektif.

Agar para siswa dan orangtua tidak bingung memilih lembaga yang tepat untuk bimbingan belajar, dibawah ini ada beberapa masukan untuk dicermati.

1. Apakah lembaga tersebut memiliki METODOLOGI yang di desain khusus untuk Efektifitas & Mengoptimalkan Pencapaian Belajar ?

2. Berapa Kapasitas Siswa/Kelas?

3. Berapa Persentase (%) kelulusan di PTN (Bukan jumlah siswa yang lulus)?

4. Pengalaman Lembaga dan Manajemennya ?

5. Bagaimana Rasio perbandingan Guru dan siswa ?

6. Apa pendidikan terakhir guru dan bagaimana pengalaman mengajarnya ?

7. Staf pengajar guru tetap atau freelance ?

8. Apakah ada kesempatan pendampingan diskusi di luar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)?

9. Bagaimana perbandingan antara uang bimbel/investasi belajar dengan pelayanan dan fasilitas yang diperoleh ?

Semua hal diatas bisa menjadi tolak ukur dari keberhasilan dan kesuksesan suatu lembaga bimbingan belajar. Sesuai dengan tuntutan diatas maka QSE memberikan jawaban sebagai berikut:

1. QSE menggunakan Metode Mind Map yang didisain khusus untuk efektifitas & Mengoptimalkan Pencapaian Belajar.

2. QSE Maksimum siswa 15 Orang/Kelas.

3. Persentase Kelulusan siswa QSE Tinggi, Setiap tahunnya target lulus diatas 90%.

4. Lembaga QSE memiliki segudang Pengalaman dan manajemennya tertata dengan baik.

5. perbandingan antara Guru dan siswa QSE adalah 1:5 .

6. Staf Pengajar QSE semua Sarjana dibidang masing-masing dan pengalaman mengajarnya sudah tahunan.

7. Staf Pengajar QSE semua guru tetap.

8. QSE memberikan pendampingan diskusi belajar 1 Guru : 1 Siswa

9. Investasi belajar di QSE Murah jika dibandingkan Pelayanan & Fasilitas yang diperoleh.

Sabtu, 15 September 2012

KETEKUNAN

Ketekunan adalah usaha terus menerus tanpa berhenti dan menyerah untuk mencapai impian dan tujuan hidup kita. Ketekunan adalah rahasia untuk meraih kekayaan dan keinginan kita. Ketika kita menekuni untuk mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita maka cepat atau lambat kita akan berhasil.

Hanya KETEKUNAN yang dapat MENGALAHKAN kepintaran ORANG LAIN. Ini seperti apa yang dikatakan oleh Abraham Lincoln yaitu : "Tanyakan pada diri sendiri, jika kamu sudah mengambil keputusan dan bertekad, maka kamu SUDAH memenangkan separuhnya".

Jika kita telusuri kembali bagaimana riwayat Abraham Lincoln yang lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 dan menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-16.

Pada masa kanak-kanak ia sangat miskin. Ia harus tidur di atas tempat tidur dari daun-daun kering. Ia seumur hidupnya hanya masuk sekolah satu tahun lamanya, namun akhirnya ia menjadi pengacara. Ia tidak mempunyai buku-buku, ia hanya meminjam dan telah membaca setiap buku yang ada di lingkungan tempat ia tinggal, yang jauhnya 70 kilometer.

Dalam gubuknya ia menyalakan api yang digunakan untuk membaca sekaligus sebagai penerangan. Jika pagi hari datang, ia pergi menunggang kuda 40 hingga 50 kilometer untuk mendengarkan seorang ahli pidato berbicara. Ia masuk menjadi anggota debating club dan perkumpulan sastra, dan melatih diri berbicara di depan umum dengan menceritakan berita-berita hangat. Padahal ia seorang yang pemalu dan rendah diri.

Hal ini dapat menjadi momentum bagi kita untuk benar-benar tekun dalam belajar. Belajar tentang apapun yang kita minati secara terus menerus sampai kita benar-benar merasakan mukjizat yang luar biasa dari kemampuan kita.

Anda adalah apa yang ada bayangkan. Tidak ada kata terlambat untuk siapa saja yang mau berusaha.

Smoga ini menjadi motivasi belajar bagi kita semua

IP Identification

Ip identification

IP